orang yang melupakan jasa orang lain

Marilupakan Ahok demi Indonesia yang lebih aman dan damai. Percayalah, 2 tahun lagi ia akan datang sebagai tokoh pembaharu yang lebih matang dan tentunya akan memenuhi semua harapan. "Percayalah, 2 tahun lagi ia akan datang sebagai tokoh pembaharu yang lebih matang dan tentunya akan memenuhi semua harapan." Gabung di IDN Times; Quiz ; Jikakita mengingat hal ini, maka kita tidak akan jadi orang sombong yang gampang melupakan jasa orang-orang di sekitar kita. Sebaliknya, kita akan jadi orang yang rendah hati dan mudah bekerja sama dengan orang lain. Sendirian kita terbatas, bersama-sama kita bisa! Tidak pernah ada orang meraih puncak sukses sendirian ! Tanpaadab ilmu yang dimiliki bisa jadi tidak beramanat bagi kebaikan orang lain) 58. "Wong pinter kalah karo wong beja." (Orang pintar kalah dengan orang beruntung) 59. "Mikul dhuwur mendhem jero." (Seorang anak yang menjunjung tinggi derajat orang tua) 60. Aja dadi kacang kang lali akro uripe." (Jangan menjadi orang yang lupa atas jasa orang Anakanak amat berhutang budi kepada orang tuanya. Tanpa kasih sayang dan pengorbanan orang tua, anak-anak tidak mungkin dapat hidup bahagia. Sang Buddha pernah mengatakan bahwa orang tua laksana " Brahma" bagi anak-anaknya. Oleh sebab itu, Anak-anak seyogyanya berbakti kepada orang tuanya. Perkarasepele yang akhirnya membuat munculnya KESULITAN HIDUP kita adalah karena MELUPAKAN untuk membalas kebaikan orang yang telah BERJASA atau berbuat bai Site De Rencontre Gratuit Pour Les Hommes Sans Inscription. - Selain keluarga, orang yang pertama muncul untuk membantu kamu ketika sedang dalam masalah adalah teman. Hal tersebut membuat sosok teman menjadi berharga dalam hidup. Dengan teman, kamu biasanya akan curhat tentang keluh kesah dalam hidupmu. Nggak hanya teman saat sedih, teman juga menemani kala senang. Hadirnya teman menjadi pelengkap dalam hidup. Kamu bisa mendapatkan teman di mana saja. Namun, kamu perlu memilih teman yang sesuai dengan karaktermu, atau memilih teman yang memiliki sifat baik. Nggak hanya menjadi sosok yang selalu ada dalam hidup, teman juga dapat memberi pengaruh baik ataupun buruk terhadap sifatmu. Maka dari itu, pilihlah teman yang baik agar kamu ketularan baik. Sayangnya, saat ini banyak orang memiliki karakter yang susah ditebak. Pada awal pertemanan, ia terkesan baik dan setia kawan. Namun, ketika sudah bosan, ia bisa saja pergi dan melupakan kamu sebagai teman. Saat teman mulai melupakanmu, jangan sedih. Cobalah memulai komunikasi dengannya, tanyakan apabila ia punya masalah denganmu atau memberinya kata-kata bijak supaya pertemanan kalian kembali akrab. Berikut 85 kata-kata bijak untuk teman yang pergi melupakan, dirangkum dari berbagai sumber pada Selasa 28/9. 1. "Jangan pernah melupakan orang-orang yang membantu saat kita sedang dalam kesulitan besar. Teman-teman sejati." 2. "Sayangilah sahabat yang memang sudah lama bersahabat dan jangan pernah melupakan dia karena ada teman baru yang menghampirimu." 3. "Hidup memang penuh suka dan duka. Ada yang layak dimaafkan, dan ada yang layak dilupakan. Kita harus berani mengambil keputusan." 4. "Jangan pernah melupakan mereka yang tidak memedulikanmu ketika kamu membutuhkannya, dan jangan melupakan mereka yang membantumu bahkan sebelum kamu meminta bantuan." 5. "Dua hal yang harus dilupakan dalam hidup adalah kebaikan kita kepada orang lain dan kesalahan orang lain terhadap kita." 6. "Tidak perlu mencari tahu siapa di antara kita yang melupakan lebih dulu. Karena kenyataannya, melupakan ataupun dilupakan sama-sama menyakitkan." 7. "Kamu tidak akan sepenuhnya bisa melupakan seseorang yang telah banyak memberimu kenangan indah." 8. "Tidak ada yang baru kecuali yang telah dilupakan." 9. "Ketakutan terbesar dalam hidup saya adalah dilupakan orang." 10. "Bukankah kenangan dapat dilupakan dengan menciptakan kenangan baru?" 11. "Ada hal-hal tertentu yang sebaiknya tidak dibicarakan dan lebih baik dilupakan saja." 12. "Karena pada akhirnya kita akan mengalami yang namanya melupakan dan dilupakan." 13. "Karena semua yang kita alami itu terlalu berharga untuk sekadar dilupakan, karena semua terjadi untuk suatu alasan." 14. "Pada akhirnya kita akan dilupakan, dan akan diingat kembali ketika dia merasa kesepian." 15. "Di balik menyibukkan diri, ada sesuatu yang sedang berusaha untuk dilupakan." 16. "Hal yang paling menyakitkan adalah ketika kamu dilupakan oleh seseorang yang tak bisa kamu lupakan." 17. "Jika kamu berbuat baik kepada seseorang, jangan diingat-ingat. Jika seseorang berbuat baik kepadamu, jangan pernah dilupakan." 18. "Pikirkan sebelum kamu ucapkan. Kadang, kata yang terucap hanya bisa dimaafkan, tapi takkan bisa dilupakan." 19. "Aku pikir aku dilupakan, ternyata aku salah, aku hanya tak pernah diingat." 20. "Ucapan selamat yang paling menyakitkan adalah yang tidak pernah dikatakan dan tidak pernah dijelaskan." 21. "Kamu tidak dilupakan, hanya dipindahkan posisinya. Dari yang awalnya di pusat hati berpindah ke luar kepala." 22. "Kamu yang terbiasa menanyakan kabarku akhir-akhir ini, seperti sedang mengingatkan bahwa menjadi seseorang yang dilupakan itu menyedihkan." 23. "Dia bagaikan mentari senja yang diam-diam pergi dan tenggelam." 24. "Hanya orang bodoh yang melupakan teman lamanya karena adanya teman baru." 25. "Sebagian besar teman-temanmu akan pergi ketika dia sudah tidak membutuhkanmu, tapi dia akan kembali ketika dia butuh dan akan pergi lagi setelah puas dan dia akan melupakanmu. Lucunya siklus pertemanan ini." 26. "Jika dilupakan, jika tidak pernah diingat, berarti kamu tidak pernah ada." 27. "Ketika kamu dilupakan, maafkan dia. Karena tak akan ada orang lain yang sama seperti kamu, dan dia pasti akan kehilanganmu." 28. "Aku jadi takut dengan setiap perkenalan. Takut terlalu rapat, takut terlalu dekat, takut terlalu erat. Dan akhirnya dikecewakan, dilupakan." 29. "Terkadang kita sering melupakan sesuatu yang seharusnya selalu diingat, dan mengingat sesuatu yang seharusnya dilupakan." 30. "Sebagian rasa memang membahagiakan ketika diungkapkan. Sebagiannya lagi menentramkan bila dipendam. Boleh jadi, sisanya ada untuk dilupakan." Kata-kata bijak untuk teman yang pergi melupakan menurut para tokoh. foto 31. "Kalau mendadak kamu melupakanku, jangan pernah mencariku lagi. Karena mungkin aku juga sudah melupakanmu." - Pablo Neruda 32. "Tidak ada orang yang menjadi teman yang menuntutmu diam atau menyangkal hakmu untuk tumbuh." - Alice Walker 33. "Dua orang tidak bisa lama berteman jika mereka tidak bisa memaafkan kesalahan kecil satu sama lain." - Jean De La Bruyere 34. "Tapi, takdir menetapkan bahwa teman tersayang harus berpisah." - Edward Young 35. "Teman palsu seperti bayangan kita, tetap dekat dengan kita saat kita berjalan di bawah sinar matahari, tetapi meninggalkan kita begitu kita menyeberang ke tempat teduh." - Christian Nestell Bovee 36. "Jika dua teman memintamu untuk menilai suatu perselisihan, jangan terima, karena kamu dapat kehilangan seorang teman." - Saint Augustine 37. "Karena kesuksesan, aku mulai kehilangan teman." - Ace Hood 38. "Terkadang, teman terdekatmu adalah musuh terbesarmu." - Jason Fong 39. "Beberapa orang mengatakan bahwa waktu berubah. Teman baik bisa menjadi orang asing." - Good Charlotte 40. "Persahabatan itu seperti hiasan kaca, sekali rusak, jarang bisa disatukan kembali dengan cara yang persis sama." - Charles Kingsley 41. "Jauh lebih baik menyendiri, daripada bergaul dengan teman yang buruk." - George Washington 42. "Teman yang tidak tulus lebih ditakuti daripada binatang buas; binatang buas mungkin melukai tubuhmu, tetapi teman yang jahat akan melukai pikiranmu." - Buddha 43. "Tidak ada jarak tempat atau selang waktu yang dapat mengurangi persahabatan mereka yang benar-benar yakin akan nilai satu sama lain." - Robert Southey 44. "Persahabatan sejati itu seperti kesehatan yang sehat; nilainya jarang diketahui sampai hilang." - Charles Caleb Colton 45. "Lebih memalukan untuk tidak memercayai teman kita daripada tertipu oleh mereka." - Confucius 46. "Tuhan sudah memberimu satu wajah dan kamu malah membuat satu lagi untuk dirimu sendiri." - William Shakespeare 47. "Lucu sekali saat kau mengenal seseorang begitu lama dan mereka berubah tepat di hadapanmu." - Karina Barton 48. "Ketulusan membuat seseorang yang tak bisa melakukan apa-apa jadi lebih bernilai daripada orang munafik yang sangat berbakat." - Charles Spurgeon 49. "Orang yang tahu kalau dirinya penting akan lebih memikirkan orang lain. Sementara orang yang merasa kalau dirinya penting hanya akan memikirkan dirinya sendiri." - Hans F. Hansen 50. "Tidak selalu harus bersama, tapi selalu paham kapan seharusnya ada. Itulah sahabat sebenarnya." - Boy Candra 51. "Awasi siapa yang kamu panggil teman karena teman adalah orang yang sama, yang akan membocorkan masalahmu kepada semua orang setelah kalian tidak berteman lagi." - Ritu Ghatourey 52. "Berhati-hatilah dengan siapa kamu berbagi masalah, ingatlah bahwa tidak setiap teman yang tersenyum kepadamu adalah teman terbaikmu." - Kemmy Nola 53. "Hilangkan teman-teman palsu yang tampak nyata ketika kamu memiliki sesuatu dan menghilang ketika kamu tidak punya apa-apa." - Rashida Rowe 54. "Kita takut musuh kita, tetapi ketakutan yang lebih besar dan nyata adalah dari teman palsu yang paling manis di depanmu dan paling keji di belakangmu." - Mufti Ismael Menk 55. "Cermin adalah teman terbaikku, karena dia tidak pernah tertawa saat aku menangis." - Charlie Chaplin Kata-kata bijak untuk teman yang pergi melupakan, penuh makna. foto 56. "Kenalilah teman yang ada di sampingmu. Ia akan mengulurkan pelukan saat kau jatuh." 57. "Harusnya teman bisa menjadi obat untuk hati yang terluka." 58. "Ketika kamu bertemu dengan seseorang, lalu ingin membina hubungan baik dengannya, kamu lakukan sesuatu untuk itu." 59 "Beberapa orang tidak setia denganmu, mereka setia pada kebutuhan mereka yang tergantung denganmu. Ketika kebutuhan mereka berubah, begitu pula kesetiaannya." 60. "Jangan harapkan orang menyeberangi samudera untukmu kalau kamu saja tidak mau melompati kubangan untuk mereka." 61. "Sahabat sejati adalah orang yang tidak akan berjalan ke luar ketika hidupmu sedang sulit. Mereka seharusnya menuangkan kopi dan menarik kursi untukmu." 62. "Aku memutuskan mengerahkan semua usahaku untuk menghubungimu, dan kamu tidak melakukan hal yang sama. Itulah sebabnya kita tidak pernah berbicara lagi." 63. "Teman datang dan pergi. Tapi aku tidak menyangka kamu juga." 64. "Hanya jika kamu memiliki teman baru, sahabat baru, dan kehidupan baru, bukan berarti kamu bisa melupakan teman dan sahabat lamamu." 65. "Melupakan teman lama hanya karena ada teman baru adalah kebodohan yang tercipta karena perasaan senang sesaat." 66. "Jangan pernah meninggalkan kawan lamamu karena hal-hal berat sekalipun karena mereka sudah ada dalam kehidupanmu sejak lama." 67. "Bukan teman sejati namanya jika ketika temannya dalam kesulitan, kesusahan, dan kegundahan dia malah meninggalkan dan melupakannya." 68. "Di balik kesibukan pasti ada sesuatu yang coba dilupakan." 69. "Antara sengaja melupakan atau kelupaan tidak ada bedanya." 70. "Teman yang baik akan mengingat kebaikanmu sampai kapan pun dan mencoba untuk membalasnya dengan kebaikan pula." 71. "Memercayai omong kosongmu 'mari berteman hingga waktu yang sangat lama' adalah satu penyesalan yang tidak akan pernah ku lupakan." 72. "Mencoba mengkhianati teman karibmu pada akhirnya hanyalah suatu bentuk 'percobaan bunuh diri'." 73. "Sebaik-baik teman, sahabat atau kawan, dia akan melupakan kita ketika sudah mendapatkan pasangan." 74. "Dulu sedekat nadi, sekarang sejauh bumi dengan matahari." 75. "Tak ada angin, tak ada hujan. Pergi menjauh begitu saja. Bisa kau jelaskan ada apa kawan?" 76. "Sedekat apa pun sebuah persahabatan, kita harus jadi siap saat salah satu mulai melupakan." 77. "Kadang seseorang setia saat susah bersama-sama. Namun ketika dunia datang padanya, dia pun mulai lupa." 78. "Terima kasih pernah menjadi teman aku. Setidaknya aku pernah merasakan bagaimana berteman denganmu." 79. "Dulu kita selalu bersama ke mana pun. Ini bahkan engkau tak pernah datang walaupun sekadar untuk menyapa." 80. "Teman yang dekat seolah-olah tak pernah kenal seumur hidup." 81. "Tak perlu kecewa dengan teman yang mulai melupakan kita. Karena dengan begitu kita mengerti sejauh mana ketulusan dari persahabatan." 82. "Bagaikan petir di siang hari, saat ku tahu engkau tiba-tiba memusuhiku." 83. "Kusangka kita akan berlari bersama, rupanya engkau berlari untuk meninggalkan diriku." 84. "Mungkin engkau sangat sibuk sekarang. Sampai-sampai tak punya waktu untuk diriku." 85. "Ku akui sedih saat kau menjauh. Tapi aku yakin kau punya alasan tersendiri untuk pergi menjauh dariku." brl/red Recommended By Editor 105 Kata-kata mutiara kebersamaan, penuh makna dan bikin haru 101 Kata-kata lucu untuk sahabat, jadi candaan dan ngakak seharian 105 Kata-kata lucu persahabatan paling gokil, bikin ngakak 120 Kata-kata bijak lucu terbaik, bikin ngakak dan obati stres 120 Kata-kata bijak persahabatan, bikin pertemanan makin erat 50 Caption persahabatan, dapat mendeskripsikan kedekatan dengan teman terkadang kita sering melupakan jasa orang lain, kita lebih senang mengungkit kebaikan kita kepada orang lain tinimbang mengingat kebaikan orang lain kepada kita. aku teringat dengan sebuah nasehat yang terlontar dari seorang bapak tua dalam salah satu episode Reality Show “Jika Aku Menjadi” Nasehat itu berbunyi ” kalo kamu memberi, lupakan ga usah diingat-ingat lagi, tapi kalo orang lain memberimu, ingatlah seumur hidupmu” bukankah itu sebuah nasehat yang simple namun sering kita abaikan?? sebuah nasehat yang tak perlu kamus untuk sekedar mengartikannya atau mencernanya. sebuah kalimat simpel penuh makna yang semua orang yang bisa berbahasa indonesia pun akan dengan mudah mengucapkan bahkan mengartikannya. namun, sebuah nasehat baik hanya akan keluar dari lisan orang-orang yang masih mau menggunkan nurani. karena dari sanalah sumber kebaikan yang diberikan Allah kepada mahluknya. berapa kali dalam sehari kita mengeluh dengan kata-kata, tidak tahu terima kasih, kacang lupa kulit, lupa daratan atau dengan bahasa-bahasa dan sindiran lainnya. namun kita sendiri tiak menyadari bahwa kita pun pernah bahkan sering melupakan jasa orang lain kepada kita. bukankah pemberian terbaik adalah pemberian yang tidak diikuti keburukan?? bukankah pemberian terbaik adalah pemberian tulus tanpa pamrih?? kita semua tahu, tapi malu untuk mengakui. karena memang kita beluym mampu untuk melakukan apa yang memang kita yakini sebagai sebuah kebenaran 🙂 memang paling mudah adalah menjelekkan orang lain, paling gampang adalah menyalahkan orang lain, tapi kita lupa bahwa kita juga pernah berbuat salah, kita juga manusia tempatnya lupa dan salah 🙂 mulailah menghargai orang lain, mulailah melupakan kebaikan kita pada orang lain, mulailah mengingat jasa orang lain, mulailah untuk tidak membicarakan kejelekan orang lain 🙂 Tentang manusia yang selalu mencari arti disetiap hembusan nafas yang Ia beri... Belajar menjadi sempurna dari ketidaksempurnaan.. Pos ini dipublikasikan di Unek-unek dan tag Ingatkan Diri, Renungan. Tandai permalink. Télécharger l'article Télécharger l'article Il est parfois difficile d'oublier une expérience traumatisante. Ces souvenirs peuvent affecter votre vie, vos relations et votre avenir. Certaines techniques peuvent cependant vous aider à vous débarrasser de votre anxiété. En dernier recours, un thérapeute peut aussi se révéler être la meilleure façon d'empêcher ces souvenirs d'affecter votre vie. 1 Comprenez la façon dont ces souvenirs affectent votre vie. Ils peuvent vous empêcher de vous concentrer sur le présent par exemple. Réfléchissez au temps que vous passez à ressasser ces souvenirs. Cela peut également vous empêcher de résoudre vos problèmes [1] . Par exemple, vous pouvez vous sentir démuni au travail alors qu'il vous serait facilement possible de trouver une solution. Ruminer peut également vous pousser à boire ou prendre des médicaments afin de faire taire ces pensées négatives [2] . Cela conduit également à des pensées négatives nourries par la dépression et l'anxiété [3] . 2 Observez l'incidence que ces pensées ont sur vos relations. Si ces souvenirs sont associés à une personne, il vous sera difficile de passer du temps avec elle. Ruminer d'anciens souvenirs peut également vous isoler de vos proches [4] . Se remémorer ces souvenirs peut vous empêcher de forger de nouvelles amitiés. Une mauvaise rupture peut par exemple vous rendre plus réticent à l'idée de vous remettre en couple [5] . 3 Déterminez si ces souvenirs vous empêchent de vous projeter dans l'avenir. Si vous vous concentrez uniquement sur votre passé, vous aurez moins d'énergie à consacrer au présent et à votre avenir. Les mauvais souvenirs répétitifs, en particulier les épisodes traumatisants, peuvent créer une impression d'impuissance et de négativité. Vous aurez ainsi la sensation que ces moments difficiles sont amenés à se reproduire [6] . Vous risquez de prendre moins soin de vous et de négliger votre avenir [7] . 4 Faites de la méditation afin de vous débarrasser de ces mauvais souvenirs. Vous vous concentrerez ainsi sur le moment présent et pourrez soulager votre anxiété [8] . La méditation vous permet de faire face à ces mauvais souvenirs, mais de choisir de vous tourner vers le présent afin de combattre vos pensées négatives. Concentrez-vous sur vos sensations physiques, sur la température ou la pression de vos pieds contre le sol. Cela vous permettra de ne plus penser à ces mauvais souvenirs. Vous pouvez également vous répéter des mantras positifs comme Je n'ai pas à penser à cela pour l'instant. » Publicité 1 Envisager la thérapie d'exposition. Vivre des d'évènements traumatiques, douloureux ou effrayants peut vous amener à les enfouir dans votre inconscient, ce qui vous empêche d'aller de l'avant. Cette forme de thérapie vous permet de contrôler vos symptômes ainsi que la peur d'un évènement anxiogène précisément en confrontant ce souvenir. Des études montrent que la thérapie d'exposition peut soulager l'anxiété et la peur associée à de mauvais souvenirs, mais cette forme de traitement nécessite la supervision d'un thérapeute ou d'un psychologue. Un thérapeute sera en mesure de vous aider à évaluer votre préparation ainsi que le nombre de sessions dont vous aurez besoin. Un thérapeute saura également vous détacher de ces souvenirs une fois la séance achevée [9] [10] . Si vous souhaitez essayer cette technique seul, ayez conscience que vous risquez d'aggraver votre situation. Consultez un thérapeute afin qu'il puisse vous expliquer le déroulement de cette thérapie. Si après avoir essayé la thérapie d'exposition, vos souvenirs sont toujours présents, demandez l'aide d'une spécialiste. 2 Souvenez-vous de ces instants en détail. Lorsque vous serez prêt, concentrez-vous sur les évènements, du début à la fin. Pensez aux petits détails comme votre tenue, les sons que vous entendiez, l'odeur dans l'air. Concentrez-vous le plus longtemps possible. Demandez-vous s'il y a un danger à l'horizon ou si la sensation de danger ne provient pas de votre corps. Cette technique peut se révéler être la plus efficace si vous la découpez en plusieurs sessions. Commencez par 5 minutes, puis augmentez la durée des séances jusqu'à ce que vous observiez que votre réaction n'est plus aussi forte. Avec le temps, ces souvenirs vous affecteront de moins en moins. Si vous ne parvenez pas à faire cet exercice dans votre tête, prenez un stylo et notez les détails sur une feuille de papier. Commencez par un brouillon que vous lirez durant la seconde séance. Séance après séance, relire cette retranscription des évènements ne sera plus aussi pénible. Ne retenez pas vos émotions. Criez, pleurez si cela est nécessaire. Cela vous permettra d'exprimer plus sincèrement votre peine ou votre colère [11] . 3 Essayez de passer à autre chose. Ayez la force de vous débarrasser de ces souvenirs et de ne plus les combattre. Prenez une profonde inspiration et laissez la peur et l'anxiété dont vous étiez prisonnier quitter votre corps afin de pouvoir guérir [12] . Vous pouvez également organiser une cérémonie rituelle. Si vous avez perdu un proche, vous pouvez allumer des bougies en souvenir de la personne ou relâcher des ballons symbolisant votre peine. S'il s'agit d'un évènement traumatique, vous pouvez décider de libérer vos émotions une journée dans l'année. Votre peine sera moins intense avec le temps. Aller de l'avant est un processus qui peut se révéler très long. Si vos souvenirs persistent, demandez l'aide d'un professionnel. Publicité 1 Allez voir un professionnel. Les mauvais souvenirs répétitifs peuvent indiquer que vous souffrez de stress posttraumatique. Il s'agit en général de pensées ou souvenirs intrusifs liés à un évènement traumatique vous poussant à éviter les éléments vous rappelant ce souvenir, avoir des pensées négatives, irrationnelles et persistantes au sujet de cet évènement et autres troubles du sommeil. Si vous observez l'un de ces symptômes, contactez un thérapeute ou un psychologue spécialisé dans le stress posttraumatique [13] . Vous pouvez par exemple suivre une thérapie cognitive comportementale, une thérapie de l'exposition ou un traitement médical. Discutez-en avec votre thérapeute. Vous pouvez aussi envisager une thérapie de désensibilisation et reprogrammation par mouvement des yeux. Il faut pour cela contacter un professionnel de la santé mentale qualifié. Il a été démontré que cette thérapie peut réduire les émotions et leur puissance associées à un souvenir traumatisant [14] . 2 Participez à un groupe de soutien. Même si vos proches vous soutiennent, il peut être plus efficace de rejoindre un groupe de parole composé de personnes ayant subi un traumatisme ou souffrant de stress et d'anxiété. Vous rencontrerez ainsi des personnes qui ont fait face aux mêmes épreuves et qui pourront vous partager leurs méthodes pour combattre le stress. Vous rencontrerez également de nouveaux amis. 3 Entourez-vous de personnes positives. Si vous désirez aller de l'avant, vous devez bien choisir les personnes qui vous entourent. Le bonheur fait partie d'une chaine de réactions et des personnes positives et joyeuses auront donc un effet positif sur votre moral [15] . La vie est courte ! Passez-la avec des personnes qui vous rendent heureux. 4 Entrez en contact avec votre côté spirituel. Vous pouvez par exemple faire de la méditation, prier ou vénérer une divinité afin de vous débarrasser de votre stress et de souvenirs douloureux [16] [17] . Avoir foi en l'avenir et comprendre le sens de votre vie peut vous permettre de surmonter les périodes difficiles. La spiritualité est un moyen efficace pour y faire face et retrouver confiance en soi. Publicité Conseils Reposez-vous sur vos amis et vos proches. Ces personnes peuvent vous permettre de vous changer les idées et devenir plus résilientes au stress. Publicité Avertissements La thérapie d'exposition doit être réalisée sous la supervision d'un spécialiste. Publicité Références À propos de ce wikiHow Cette page a été consultée 6 779 fois. Cet article vous a-t-il été utile ? Abonnez-vous pour recevoir la newsletter de wikiHow! S'abonner Saat seseorang telah meraih suatu kesuksesan, tentu kehidupannya akan lebih berkembang dari sebelumnya. Kesuksesan tidak hanya diharapkan dapat memperbaiki kehidupan seseorang, tapi juga menjadikan dirinya seseorang yang lebih baik dan bermanfaat bagi banyak orang. Sayangnya, ada berbagai perilaku buruk yang tak jarang dilakukan seseorang saat ia merasa bahwa dirinya telah meraih kesuksesan. Beberapa perilaku buruk tersebut di antaranya adalah 1. Melupakan jasa orang lain Kesuksesan kita tidaklah terlepas dari peran orang-orang di sekitarnya. Ada orang tua yang mendukung dan mendoakan kita, ada guru yang mengajarkan ilmu pengetahuan yang belum kita ketahui, ada rekan-rekan yang turut andil, juga sahabat-sahabat yang menyokong dan memberi kita semangat. Namun, ada orang-orang sukses yang merasa bahwa kesuksesan yang diraihnya semata-mata merupakan usahanya sendiri, sehingga ia tidak merasa harus berterima kasih kepada orang-orang di sekitarnya. Ia melupakan jasa orang lain dan tidak menghargai hal tersebut. 2. Merendahkan orang-orang yang dirasa belum sukses Tak sedikit orang yang merasa bahwa dirinya telah meraih kesuksesan, lantas ia jadi merendahkan orang-orang yang ia rasa belum menggapai pencapaian seperti apa yang sudah didapatkannya. Padahal, ukuran kesuksesan dan waktu yang dibutuhkan seseorang untuk mencapai kesuksesan pastilah berbeda-beda. Tidak ada hak bagi seseorang yang sudah merasa sukses untuk mengejek orang-orang yang dianggap masih belum sesukses dirinya. Selain itu, perilaku seperti ini bukan hanya membuat orang lain merasa tersakiti hatinya, tapi 3. Melupakan asal-usul Banyak orang yang meraih kesuksesan dengan awal yang sama sekali tidak mudah. Tak sedikit dari mereka yang berangkat dari berbagai kekurangan, keterbatasan dan ketidakmampuan. Ketika mereka sudah meraih kesuksesan, hal tersebut semestinya mampu menjadikan mereka tetap rendah hati, dengan mengingat asal-usul mereka sebelum meraih kesuksesan. Apalagi, jika mereka dulunya direndahkan orang lain, tapi kini dihormati banyak orang. Sayangnya, beberapa orang sukses melupakan asal-usul mereka, sehingga mereka jadi lupa diri, bahkan enggan mengakui bagaimana kehidupan mereka terdahulu. 4. Lupa bersyukur Orang yang sudah meraih kesuksesan, tapi lupa bersyukur, hanya akan menjadikan dirinya tidak pernah puas dengan apa yang diraihnya. Ia selalu merasa kurang, merasa iri dengan pencapaian orang lain yang belum bisa ia raih dan membuat dirinya tidak bisa menikmati kesuksesan yang telah ada di genggamannya. Demikian empat perilaku buruk yang tak jarang dilakukan seseorang saat sudah sukses. Waspadalah agar kita tidak terjerumus pada perilaku-perilaku tersebut.

orang yang melupakan jasa orang lain